PEMANFAATAN GAS EMISI KARBON GUNA OPTIMALISASI ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA MANDIRI

Oleh Athoourrohman
13307141036
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Terdapat 2 komponen dalam lingkungan yaitu komponen biotik (terdiri atas benda hidup) dan komponen abiotik (terdiri atas benda tak hidup). Secara khusus kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap mahluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Sedangkan menurut UU No. 32 Tahun 2009, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Bumi diwariskan oleh nenek moyang kita dalam keadaan seimbang dan sangat berkualitas. Namun, pada kenyataannya seiring waktu terus bergulir, lingkungan pun mengalami perubahan. Adanya berbagai perubahan kondisi lingkungan dapat memberikan pengaruh buruk terhadap keberlangsungan hidup manusia seperti gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan mengalami penurunan fungsi. Yang menjadi faktor penyebab adanya perubahan kondisi lingkungan adalah faktor alami dan dapat pula karena campur tangan manusia. Pada umumnya yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan kondisi lingkungan dan menimbulkan dampak yang luar biasa adalah faktor campur tangan manusia, mengapa? Karena manusia merupakan subyek kehidupan, sehingga manusia mampu merombak, memperbaiki, dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya.
Salah satu lingkungan yang mengalami krisis yaitu lingkungan udara. Polusi udara adalah suatu kondisi dimana udara tercemari oleh bahan kimia, zat/partikel dan bahan biologis lain yang bisa membahayakan kesehatan dan makhluk hidup serta organisme lainnya. Polusi udara bisa mengakibatkan rusaknya lapisan atmosfer dan tercemarinya oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Udara yang diharapkan bersih, nyaman dan sehat untuk dihirup justru malah terkotori oleh asap-asap yang penuh dengan racun. Apalagi jika ada kebakaran hutan yang sebabnya karena kelalaian atau kesengajaan seseorang membuang puntung rokok sembarangan, seperti yang kita lihat beberapa hari yang lalu di daerah luar jawa yang berbulan-bulan asap dari kebakaran hutan terus menjadi momok bagi masyarakat. Udara yang bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat. Demikian juga lingkungan yang sehat akan menjadikan hidup menjadi nyaman.
tio2.gifSelain itu penanganan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi polusi udara sangat kurang, pemerintah lebih mementingkan bisnis semata dalam menunjang kebutuhan ekonomi daripada kesehatan masyarakatnya,                        oleh sebab itu perlu adanya teknologi yang berbasis lingkungan dan pemanfaatan energi listrik alternatif agar dapat menunjang kebutuhan hidup masyarakat salah satunya adalah pembuatan Pohon Sintetis TiO2 (titanium dioksida) sebagai penyerap gas emisi karbon yang dapat menghantarkan listrik dengan metode fotokatalis dan panel solar cell.





Gambar 1. Proses penangkapan gas emisi karbon dengan metode fotokatalis
Dari gambar diatas, dijelaskan bahwa dalam proses penangkapan gas emisi karbon meliputi serbuk TiO2 (Titanium dioksida) dan lagam alumunium dimana saat gas menyebar ke lingkungan secara otomatis logam alumunium yang telah dilapisi serbuk TiO2 akan menangkap gas tersebut kemudian                      elektron positif (udara bersih) dilepaskan kembali ke lingkungan sedangkan elektron kotor ditangkap oleh serbuk titanium dioksida. Berikut merupakan gambar pohon sisntesi TiO2 (titanium dioksida) dalam menghantarkan energi listrik










            Gambar 2. Proses Pohon Sintetis TiO2 dalam mengahantarkan listrik
Dalam proses menghasilkan energi listrik pohon sintetis TiO2 memerlukan langkah yang sederhana, seperti pada gambar diatas dijelaskan bahwa pohon sintetis TiO2 (titanium dioksida) sebagai komponen utama sebagai penyerap gas emisi karbon dari kendaraan bermotor, selanjutnya setelah gas emisi karbon terserap dalam pohon sintetis TiO2 (titanium dioksida) kemudian dialiri kedalam pipa alumunium dan direakasikan dengan air yang berasal dari sungai atau kali biasanya terdapat dipinggir jalan raya. selama reaksi berlangsung gas emisi karbon akan bercampur dengan air menghasilkan reaksi
                  CO2 + H2O                 CH3OH +3/2 H2O
Dari reaksi tersebut menghasilkan metanol yang ditampung dalam tabung, langkah selanjutnya metanol dipisahkan dengan katoda dan anoda yang telah terhubung dengan penampung energi listrik dimana dari elektode katoda ini akan mengaliri listrik dan menghasilkan reaksi sebagai berikut :
Reaksi Total     : CH3OH +3/2 H2O           CO2 +2H2O
Reaksi Katoda : 3/2 O2 + 6H+ + 6e-           3H2O
Reaksi Anoda  : CH3OH + H2O              CO2 + 6H+ +6e- 

Setelah reaksi yang terjadi dan energi lidtrik ditampung dalam tempat khusus, listrik tersebut langsung dialiri oleh kabel tembaga yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya listrik ke tiang listrik dan langsung teraliri ke lingkungan masyarakat. Energi listrik ini berfungsi saat mati istrik oleh PLN.
Untuk memnuhi kebutuhan lisrik nasional perlu adanya pemanfaatan energi alternatif contohnya dari sumber daya angin, nuklir, dan solar cell serta Pohon sintetis TiO2 ini merupakan solusi yang seharusnya perlu dukungan dari pihak-pihak terkait dalam membangun pusat energi alternatif dalam menunjang kemandirian Indonesia terutama dalam bidang energi, karena kita tahu Indonesia hanya bisa mengandalkan energi dari sumber daya alamnya tanpa adanya pembaharuan sember daya yang baru dimana akan mengubah struktur dinamika masyarakat yang sebelumnya konsumtif menjadi produktif.
Pohon sintetis TiO2 (titanium dioksida) memiliki segi ekonomis lebih menguntungkan teknologi ini tidak membutuhkan biaya yang besar dalam membuat teknologi tersebut dan menghasilkan hasil kerja yang baik dibandingkan dengan energi alternatif yang lain maka dari itu pohon sintetis TiO2 (titanium dioksida) dapat menjadi permasalahan energi alternatif untuk keberlangsungan dari makhsluk hidup.
Pohon Sintetis TiO2 (titanium dioksida) memliki konsep yaitu Green, Healthy and Renewable Energy for better future. Dari makna slogan ini bahwa diharapkan teknologi ini dapat membbawa dampak yang baik bagi semua elemen entah itu dari Pemerintah, masyarakat maupun pengguna jalan raya yang menginkan sekali udara di perkotaan itu menjadi segar dan sehat yang dapat membawa kesehatan bagi semuanya serta dengan teknologi ini dapat meringankan beban PLN dalam memasokan listrik supaya menghemat anggaran biaya pemerintah serta menghemat energi bahan bakar fosil yang saat ini mulai menipis dan untuk mengantisispasi krisis energi diharapkan Pohon Sintetis TiO2 (titanium dioksida) dapat membawa perubahan secara nyata yang dapat dijadikan sebagai teknologi membangun masyarakat berjiwa sosial lingkungan dan peduli lingkungan masa depan.


Komentar